Postingan

Pemkab Banjarnegara kesulitan pantau konversi minyak tanah

BANJARNEGARA - Pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji di Kabupaten Banjarnegara tidak serempak. Di beberapa desa program ini telah berjalan hingga pada pembagian paket kompor gas kepada masyarakat, sementara di kecamatan lain masih dalam tahap penyelesaian pendataan. Warga yang telah menerima paket konversi di antaranya Merden dan Kalitengah di Kecamatan Purwonegoro. Akibatnya, pemkab mengalami hambatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan pelaksaan program konversi, karena beberapa konsultan tidak melaporkan. "Kami sudah mengirimkan surat kepada konsultan untuk melaporkan hasil pendataan. Kami harapakan mereka segera melaporkan sehingga kami bisa memantau," kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Banjarnegara, Basuki Abdullah akhir pekan lalu. Peran pemkab dalam program konversi sifatnya hanya membantu dan memfasilitasi pencacahan hingga pendistribusian kompor. Namun pemkab berhak menerima laporan dari para konsultan. Dari enam konsultan, lanjut dia, hanya...

Awak angkudes Punggelan Banjarnegara geruduk Dishub

BANJARNEGARA - Awak angkutan pedesaan yang tergabung dalam Paguyuban Pesolipat Wanadadi, Banjarnegara, Selasa (21/7), menggeruduk Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo). Mereka menuntut agar pemkab melarang angkutan mikrobus masuk ke Punggelan. Pasalnya, masuknya microbus membuat mereka tersisih. Rombongan Pesolipat yang dikoordinasi ketuanya, Heri Setia Agung dan didampingi Ketua Paguyuban Angkutan Barang Banjarnegara (Pangkuba) Gito Prayitno. Sekitar 15 awal angkutan kemudian dipersilakan berdialog di ruang pertemuan kantor Dinhubkominfo. Dialog dipimpin Kepala Dinhubkominfo Ir Supriyo yang didampingi Iptu Hasan Suhaeri, Bag Ops Sanlantas Polres Banjarnegara. Heri Setia Agung mengatakan, sejak mikrobus dari kota Banjarnegara masuk ke Punggelan, angkudes memilih tidak beroperasi lagi karena pemasukan tidak dapat menutup biaya pembelian bahan bakar. Karena itu, pihaknya meminta agar microbus dari Banjarnegara tidak masuk dan hanya sampai Wanadadi, seperti ...

Waduk Mrica Banjarnegara dangkal, budidaya keramba hilang

BANJARNEGARA - Budidaya ikan karamba di waduk PLTA Mrica Banjarnegara yang digeluti ratusan warga sejak puluhan tahun, kini terhenti akibat pendangkalan. Lumut dan plankton yang semula menjadi sumber makanan ikan di samping pakan ikan buatan, tidak ada lagi karena air semakin dangkal. Sehingga, pertumbuhan ikan sangat lambat dan petani merugi. Waduk PLTA Mrica dengan luas genangan sekitar 1.250 hektar. Beberapa bulan kemudian, bermunculan ribuan karamba di atas bekas Desa Siboja dan Wanakarsa, Kecamatan Wanadadi, Desa Blambangan dan Bandingan, Kecamatan Bawang. Salah satu bekas petani ikan karamba, Umardhani (45), warga Wanadadi mengatakan, usaha budidaya ikan karamba mulai berangsur rontok sejak 2004. Menurutnya, kondisi air waduk semakin tidak ramah terhadap keberlangsungan usaha tersebut. "Ikan tak bisa besar seperti dulu-dulu, meski diberi cukup pakan. Itu membuat para petani karamba merugi, hingga sebagian besar petani mengemasi jaringjaring karamba," ujar Umar. Umardhan...

Lima perampok Puskesmas Pejawaran Banjarnegara ditangkap

BANJARNEGARA - Polres Banjarnegara berhasil mengungkap upaya perampokan Puskesmas Pembantu Kecamatan Pejawaran Banjarnegara. Dari lima tersangka, petugas berhasil menangkap tiga orang pelaku. Salah satu pelaku yang sudah tertangkap tersebut, yakni Yuli, warga Desa Nagasari, Pagentan juga terlibat kasus pembunuhan Animah, warga Aribaya yang mayatnya ditemukan warga di Dusun Kreyek, Sirkandi. Adapun dua pelaku lainya adalah Misran, warga Gununggiana dan Sutarji, warga Pakelen, Kecamatan Madukara. "Kini masih ada dua orang pelaku yang belum berhasil kami tangkap. Namun identitasnya sudah diketahui dan mereka masuk daftar pencarian orang, yakni Km dan Ms," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Nelson Pardamean Purba didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Sembiring. Seperti diketahui sebelumnya, kasus perampokan di Puskesmas Pembantu Kecamatan Pejawaran yang terjadi pada 9 Juni lalu. Namun karena penghuni Ppuskesmas Pembantu memberikan perlawanan, maka kawanan perampok yang saat itu beraksi ...

Banjarnegara tetap kirim TKI ke Malaysia

BANJARNEGARA - Meski pemerintah pusat melarang pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia, Pemkab Banjarnegara tetap akan mengirimkan warganya yang berminat bekerja ke negara tersebut. Hanya saja, mereka yang dikirim adalah yang akan bekerja di sektor formal. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Kabupaten Banjarnegara, Setiawan mengatakan, larangan itu hanya untuk TKI yang bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga (PRT). "Jadi, kalau TKI yang bekerja di pabrik-pabrik Malaysia itu kan formal, itu masih kami fasilitasi pengirimannya. Yang penting secara administrasi yuridis legal," kata Setiawan. Larangan mengirim PRT ke Malaysia, menyusul banyaknya kasus penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga asal Indonesia oleh majikan dari Malaysia. Selain Malaysia, Pemkab Banjarnegara juga tetap mengirim TKI ke negara-negara lain seperti Singapura, Hongkong dan Taiwan. Menurut Setiawan, minat warga Banjarnegara kerja ke luar negeri terbilang tinggi. ...

Kemarau, warga Banjarnegara mulai mandi di sungai

BANJARNEGARA - Pada musim kemarau sekarang ini sumur warga Banjarnegara di sejumlah kecamatan mulai mengering. Warga yang tinggal di daerah langganan kesulitan air bersih seperti di Kecamatan Susukan, Mandiraja, Purwonegoro dan Bawang mulai mandi dan mencuci di sungai. Mereka membuat belik di tepi kali yang melintas wilayah tersebut. "Air sumur telah kering sejak minggu kemarin. Untuk mencuci baju dan mandi kami di Kali Jalatunda. Sedangkan untuk kebutuhan memasak air diambil dari sumur warga di dukuh lain," kata Marsidi (60), warga Dusun Wlahar, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja. Menurutnya, sebagian besar sumur warga di dusun tersebut telah kering. Sehingga jika pagi atau sore hari kali Jalatunda ramai. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Petir, Kecamatan Purwonegoro. Di sepanjang Sungai Menak, yang merupakan anak Sungai Sapi saat ini banyak ditemukan belik-belik. Belik yang dibuat ketika memasuki musim kemarau ini dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci. "Untuk minum j...

djyghz84zx

djyghz84zx