Postingan

Jadwal Imsakiyah Untuk Banjarnegara

Gambar
JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1430 H (Untuk Kota Banjarnegara 7°28' LS 109°41' BT GMT +7) Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya' 1 04:19 04:29 05:42 11:46 15:06 17:44 18:55 2 04:19 04:29 05:42 11:46 15:06 17:44 18:55 3 04:19 04:29 05:41 11:46 15:06 17:44 18:54 4 04:18 04:28 05:41 11:45 15:05 17:44 18:54 5 04:18 04:28 05:40 11:45 15:05 17:44 18:54 6 04:18 04:28 05:40 11:45 15:04 17:44 18:54 7 04:17 04:27 05:39 11:45 15:04 17:44 18:54 8 04:17 04:27 05:39 11:44 15:03 17:44 18:53 9 04:17 04:27 05:38 11:44 15:03 17:43 18:53 10 04:16 04:26 05:38 11:44 15:02 17:43 18:53 11 04:16 04:26 05:38 11:43 15:02 17:43 18:53 12 04:15 04:25 05:37 11:43 15:01 17:43 18:53 13 04:15 04:25 05:37 11:43 15:01 17:43 18:52 14 04:15 04:25 05:36 11:42 15:00 17:43 18:52 15 04:14 04:24 05:36 11:42 14:59 17:42 18:52 16 04:14 04:24 05:35 11:42 14:59 17:42 18:52 17 04:13 04:23 05:35 11:41 14:58 17:42 18:51 18 04:13 04:23 05:34 11:41 14:57 17:42 18:51 19 04:12 04:22 05:34 11:41...

Banjarnegara : Kali Sapi berbau akibat limbah tapioka

BANJARNEGARA - Setiap musim kemarau tiba, kondisi Kali Sapi di Kabupaten Banjarnegara sangat memprihatinkan. Selain airnya berubah warna menjadi hijau, juga menimbulkan bau sangat tidak sedap dan menjadi sarang nyamuk. "Sejak adanya pabrik tapioka, tiap musim kemarau air seperti ini. Karena sudah terbiasa, masalah bau bagi tidak begitu mengganggu. Yang kami rasakan adalah banyaknya nyamuk dan sulit mendapatkan air bersih," kata Marta (50), warga Dusun Jambu, Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwonegoro kepada Wawasan, kemarin. Ada dua pabrik tapioka yang mencemari sungai, yakni pabrik tapioka di Desa Wanadri dan Kebondalem, keduanya masuk wilayah Kecamatan Bawang. Sejak adanya pabrik, warga yang sebelumnya mengandalkan Sungai Sapi menjadi kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah melalui perjuangan keras warga, pihak pabrik akhirnya memberikan bantuan pembuatan sumur bagi warga yang dirugikan. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Banjarnegara, Tulus Widiatmo S mengatakan...

Di Banjarnegara Jumlah tabung gas kurang Pembagian paket konversi terhenti

BANJARNEGARA - Pembagian paket kompor gas dalam rangka pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji di Kabupaten Banjarnegara terhenti karena karena kekurangan tabung. Akibatnya, proses pendistribusian terhenti sejak beberapa hari lalu dan belum bisa dipastikan kapan akan berjalan lagi. Kepala Bagian Perekonomian Setda Banjarnegara Basuki Abdulah kepada Wawasan Rabu (19/8) mengatakan, kekurangan tabung tersebut diperkirakan mencapai 130.000 atau sekitar 40 persen dari total penerima yang berkisar 325.000 orang. Kondisi ini menyebabkan target pelaksanaan konversi yang dijadwalkan usai sebelum Ramadhan diperkirakan tidak dapat terlaksana. "Kami sudah konfirmasi ke konsultan dan Pertamina katanya akan diteruskan pada minggu ketiga. Kekurangan ini hanya pada tabung gasnya saja, sementara regulator dan kompor stoknya terpenuhi. Meski demikian karena pembagian ini dalam satu paket maka kekurangan tabung gas ini menyebabkan penghentian sementara pembagian paket di sejumlah desa,...

Banjarnegara : 47 Desa di Banjarnegara Rawan Kekeringan

BANJARNEGARA (KR) - Sebanyak 57.962 kepala keluarga (347.836 jiwa) di 47 desa di Kabupaten Banjarnegara rawan kekeringan pada musim kemarau. Desa sebanyak itu tersebar di 11 kecamatan, yaitu Pagedongan 5 desa, Bawang 4 desa, Purwanegara 7 desa, Susukan 11 desa, Purwareja-Klampok 1 desa, Mandiraja 5 desa, Punggelan 8 desa, Wanadadi 1 desa, Pagentan 3 desa, Banjarmangu 1 desa dan Rakit 1 desa. Demikian dikatakan oleh Kabag Kesra Setda Banjarnegara, Dwi Suryanto, Selasa (18/8). Menurut Dwi, desa-desa rawan kekeringan berada di kawasan perbukitan dan di daerah kering. Meski cukup banyak desa yang sudah mulai merasakan dampak kemarau, namun hingga kini baru ada satu desa yang meminta droping air, yaitu Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja. ”Sebanyak 300 kepala keluarga di desa itu sudah mulai mengalami krisis air bersih dan minta didrop air,” katanya. Mereka tersebar di tiga dusun, yaitu Sawangan, Gelak dan Karangkemiri. Dwi mengatakan, Bagian Kesra sudah menerjunkan staf untuk melakukan s...

Banjarnegara : Ribuan Istri di Banjarnegara Gugat Cerai

BANJARNEGARA, (PRLM).- Selama enam bulan terakhir ribuan pasangan suami istri di Kab. Banjarnegara Jawa Tengah (Jateng) mengajukan gugat cerai. Karena sebagian besar penggugat perceraian adalah dari pihak istri. Sampai enam bulan terakhir yang mengajukan perceraian sebanyak 1.270 pasangan suami istri."Persoalan suami yang tidak bertanggung jawan menjadi alasan utama perceraian,” kata Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara, Munasib Zaenuri, Rabu (19/8). Gugat cerai dari pihak istri karena tidak mendapatkan nafkah material dan batin. Para suami yang digugat karena pergi ke luar daerah dan tidak kembali dalam jangka waktu yang lama Munasib menambahkan, persoalan paling mendominasi terjadinya perceraian dini di Banjarnegara yakni ekonomi. “Mereka kemungkinan besar tidak siap ekonomi pada saat akan menikah," terangnya. Diakui sebagian besar yang mengajukan perceraian adalah pasangan dengan latar belakang pekerjaan sebagai buruh tani, urutan berikutnya kalangan pedagang, swasta ...

Banjarnegara : 38 napi terima remisi, 4 langsung bebas

BANJARNEGARA – Sebanyak 38 orang narapidana (napi) penghuni rumah tahanan (rutan) Banjarnegara, Senin (17/8) memperoleh remisi atau pengurangan masa tahanan. Dari jumlah tersebut 4 orang diantaranya langsung bebas. Kepala rutan Banjarnegara Widarto, mengungkapkan, 38 napi yang mendapat remisi bervariasi antara 1 hingga 2 bulan. Jumlah ini sesuai usulan dari Rutan Banjarnegara.” Jumlah penghuni di Rutan banjarnegara hingga 17 Agustus ini sebanyak apai 119 orang. 38 orang diantaranya adalah berstatus napi,” kata Widarto. ( Banyumasnews.com /Py)

Banjarnegara Belasan Kambing Mati Misterius

BANJARNEGARA - Paling sedikit 17 ekor kambing warga Desa Sinduaji, Kecamatan Pandanarum Banjarnegara, mati dengan cara misterius. Hal itu membuat warga heran, sehingga kini menginapkan kambing-kambing mereka di dalam rumah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara Merdeka, kejadian tersebut bermula sejak Rabu (5/8) malam lalu. Para pemilik ternak pagi harinya dibuat kaget lantaran mendapatkan kambing mereka mati di kandang dengan luka pada leher. Ada pula luka tercabik pada perutnya. Namun yang menimbulkan keheranan warga, daging kambing-kambing yang mati itu tidak ada yang memangsanya. Tubuhnya masih utuh, sehingga oleh warga kemudian dikubur saja. Kejadian tersebut berulang lagi pada hari-hari berikutnya dan hingga kini sudah ada 17 ekor yang mati, termasuk satu ekor milik warga Desa Pandanarum. Tak ayal, hal itu menimbulkan berbagai prasangka warga. Ada yang menduga mati diterkam hewan buas, mengingat desa itu berada di wilayah perbukitan Banjarnegara bagian utara. Berbatasan langs...