Postingan

BANJARNEGARA : TANPA PERBAIKAN JALAN; Desa Wisata Gumelem Sulit Terwujud

BANJARNEGARA (KR) - Gagasan Pemkab Banjarnegara untuk menjadikan Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan menjadi desa wisata sulit terwujud, jika tidak dilakukan perbaikan jalan. Sehingga, masalah kualitas jalan harus di kawasan yang merupakan bagian bekas kekuasaan kerajaan Mataram itu harus diprioritaskan. Kades Gumelem Wetan Budi Sulistyo, kepada wartawan Kamis (20/8) mengatakan, ada dua ruas jalan yang perlu diperbaiki guna mendukung program desa wisata. Kedua jalan tersebut menuju ke makam Girilangan, Sajadah Batu dan makam Ki Ageng Gumelem serta pemandian air panas. Dikatakan, jarak lokasi pemandian air panas dari jalan raya Kecamatan Susukan sekitar 8 kilometer. Sepanjang 6 kilometer di antaranya beraspal mulus, namun 2 kilometer sisanya rusak parah dan kurang lebar. Sedangkan jalan menuju makam Girilangan, Sajadah Batu dan makam Ki Ageng Gumelem sepanjang 1,5 kilometer kondisinya masih berupa jalan batu dan menanjak, sehingga sulit bagi kendaraan roda dua maupun roda empat naik sa...

BANJARNEGARA : Artis Ade Juwita ketagihan dawet ayu Banjanegara

Gambar
BANJARNEGARA – Masih ingat Ade Juwita ? Bagi penikmat film si Manis Jembatan Ancol yang ditayangkan sebuah stasiun TV tahun 1990-an tentu masih ingat. Dialah pemeran hantu dalam serial film itu. Lalu ada apa dengan Ade Juwita? Ternyata, Ade Juwita terkesan dengan kuliner dawet ayu Banjarnegara. Kesan itu diungkapkan usai acara rapat paripurna DPRD Banjarnegara dengan agenda utama peringatan hari jadi ke-178 Kabupaten Banjarnegara di Pendapa Dipayuda Adigraha, Sabtu pekan laluAde Juwita3. Acara itu sendiri yang sebelumnya serius berubah menjadi penuh canda dan tawa. Pasalnya setelah rapat paripurna usai, para hadirin sempat dihibur dengan penampilan artis kocak, Ade Juwita. Setelah pembawa acara mempersilakan pemeran hantu di serial “Si Manis Jembatan Ancol” yang ditayangakan sebuah stasiun TV pada tahun 90-an itu tampil ke depan, para pengunjung mulai memusatkan perhatiannya ke Ade Juwita. ”Saya terkesan, tadi mengikuti kirab dengan naik dokar, lalu jalan kaki menuju ke pendapa sini de...

BANJARNEGARA : Desa wisata Gumelem terkendala akses jalan

ANJARNEGARA - Pengembangan Desa Wisata Gumelem, Kecamatan Susukan, Banjarnegara terkendala akses jalan. Pasalnya jalan ke beberapa objek kondisinya rusak, padahal medannya cukup sulit karena letaknya berbukit dan terjal. Objek wisata yang ada di Desa Gumelem diantaranya pemandian air panas Pingit, makam Girilangan, masjid kuno, arena kerajinan ece, dan pande besi. Kades Gumelem Wetan, Budi Sulistyo mengatakan, akses jalan menuju pemandian air panas dan makam Girilangan belum baik. Jalan menuju ke pemandian air panas yang berjarak sekitar 8 kilometer dari ibukota kecamatan, baru 6 kilometer yang diaspal dua tahun lalu. Sedangkan sisanya masih berupa jalan batu yang rusak. Adapun jalan menuju Girilangan baru berupa jalan krosok. "Sebagai tahap awal untuk mewujudkan desa wisata Gumelem kami berharap akses jalan menuju pemandian air panas dan makam Girilangan dapat diaspal," kata Budi Sulistiyo. Dikatakan Budi, pengunjung untuk pemandian air panas pada hari Minggu diperkirakan me...

BANJARNEGARA : Wisata kuliner Dawet Ayu Banjarnegara

Gambar
MINUMAN DAWET tentu tak asing bagi warga Banyumas dan sekitarnya. Apalagi bagi warga Banjarnegara. Rasanya yang segar danlegit membuat kita sering kangen untuk kembali meminumnya. Apalagi jika untuk berbuka puasa. Pas rasanya. Minumah khas Banjarnegara dawet ayu sejatinya memili prospek bagus untuk dikembangkan menjadi wisata kuliner. Dalam ajang pameran dan promosi di Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan Jawa Tengah di Semarang belum lama ini bisa omset Rp 1,5 juta hingga Rp 1,8 juta per hari. Jumlah ini terpaut tinggi dengan kuliner khas Banjarnegara lainnya. Hanya saja, kata Kordinator promosi produk kerajinan dan UMKM Banjarnegara Teguh Wiranto, untuk pengembangan potensi kuliner masih terkendala legalitas merek.”Kita pernah mengusulkan agar dawet ayu memiliki legalitas merek. Namun belum diijinkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Penyebabnya sifat dawet ayu yang tidak tahan lama. Namun melihat minat warga luar daerah yang cukup tinggi terhadap kuliner ini, dihar...

BANJARNEGARA : Nuansa Jawa dan Islami warnai kirab HUT Banjarnegara

Gambar
BANJARNEGARA-Peringatan hari jadi ke 178 Kabupaten Banjarnegara yang jatuh pada hari pertama bulan Ramadhan, Sabtu (22/8) diwarnai nuansa Jawa dan Islami. Nuansa Jawa terlihat saat seluruh jajaran pejabat Banjarnegara yang mengikuti kirab mengenakan buasana Jawa lengkap. Sedangkan nuansa Islami terlihat dengan penampilan rampak bedug dan hadroh serta iringan sholawat yang ikut menyambut kirab panji lambang daerah tersebut. Kirab panji lambang daerah yang merupakan bagian dari prosesi hari jadi ke 178 Kabupaten Banjarnegara, mengambil start dari Balai Desa Banjarkulon, Kecamatan Karangmangu. Dipilhnya Desa Banjarkulon sebagai tempat start, karena desa itu merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Banjarnegara yang pertama, sebelum pindah ke Pendapa Dipayuda Adigraha saat ini. Sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih 7 kilo meter, Bupati Banjarnegara, Drs Ir Djasri MM MT beserta Wakil bupati, anggota DPRD, muspida, dan pejabat lainnya, naik dokar berombongan. Mereka menyambut lambaian ...

Banjarnegara : Artis Ade Juwita Kagumi Tradisi Masyarakat Banjarnegara

Banjarnegara, 22/8 (ANTARA) - Artis kocak, Ade Juwita mengaku kagum terhadap kirab budaya, tradisi masyarakat Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, meski baru sekali datang ke wilayah itu. "Tradisi masyarakat Banjarnegara kuat sekali. Ini terlihat dari antusiasme warga untuk menyaksikan kirab tadi," kata dia usai mengikuti Kirab Hari Jadi ke-178 Kabupaten Banjarnegara, di Banjarnegara, Sabtu. Bahkan, dia tidak menyangka jika ternyata pejabat Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga bersedia mengikuti kirab dengan menaiki delman. "Saya sempat berpikir, kok masih ada ya pejabat yang mau naik delman. Ini hal yang langka," kata mantan pemain Lenong Rumpi ini. Mengenai kedatangannya ke Banjarnegara, dia mengatakan, hal itu atas undangan mantan artis Angel Ibrahim yang merupakan istri Kapolres Banjarnegara AKBP Nelson P. Purba. Menurut dia, ajakan tersebut ditawarkan Angel saat bersama-sama menggelar satu kegiatan di Jakarta. "Saat itu, saya belum tahu Banjarnegara,...

Banjarnegara : Salawat Nabi Iringi Kirab Hari Jadi Banjarnegara

Banjarnegara, 22/8 (ANTARA) - Alunan "Selawat Nabi" dengan iringan rebana dan "rampag bedug" mengiringi pelaksanaan "Kirab Lambang Daerah" dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-178 Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu. Pelaksanaan kirab tersebut diawali dengan kegiatan doa bersama di Desa Banjarkulon, Kecamatan Banjarmangu, yang diikuti bupati, wakil bupati, anggota DPRD, muspida, dan pejabat lainnya di Kabupaten Banjarnegara. Selanjutnya para pejabat pemerintahan yang mengenakan busana Jawa tersebut melakukan kirab dengan menunggang puluhan delman menuju Alun-Alun Banjarnegara. Sebelum memasuki alun-alun, mereka disambut pasukan tombak yang dipimpin seorang tumenggung. Para pejabat yang datang menggunakan delman, melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki dan dikawal pasukan bertombak. Dalam iring-iringan tersebut, di bagian depan tampak seorang "cucuk lampah" (pembuka jalan, red.) diikuti penabuh drum, tumenggung, prajurit pembawa bend...