BANJARNEGARA – Sebanyak 38 orang narapidana (napi) penghuni rumah tahanan (rutan) Banjarnegara, Senin (17/8) memperoleh remisi atau pengurangan masa tahanan. Dari jumlah tersebut 4 orang diantaranya langsung bebas. Kepala rutan Banjarnegara Widarto, mengungkapkan, 38 napi yang mendapat remisi bervariasi antara 1 hingga 2 bulan. Jumlah ini sesuai usulan dari Rutan Banjarnegara.” Jumlah penghuni di Rutan banjarnegara hingga 17 Agustus ini sebanyak apai 119 orang. 38 orang diantaranya adalah berstatus napi,” kata Widarto. ( Banyumasnews.com /Py)
BANJARNEGARA - Setiap musim kemarau tiba, kondisi Kali Sapi di Kabupaten Banjarnegara sangat memprihatinkan. Selain airnya berubah warna menjadi hijau, juga menimbulkan bau sangat tidak sedap dan menjadi sarang nyamuk. "Sejak adanya pabrik tapioka, tiap musim kemarau air seperti ini. Karena sudah terbiasa, masalah bau bagi tidak begitu mengganggu. Yang kami rasakan adalah banyaknya nyamuk dan sulit mendapatkan air bersih," kata Marta (50), warga Dusun Jambu, Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwonegoro kepada Wawasan, kemarin. Ada dua pabrik tapioka yang mencemari sungai, yakni pabrik tapioka di Desa Wanadri dan Kebondalem, keduanya masuk wilayah Kecamatan Bawang. Sejak adanya pabrik, warga yang sebelumnya mengandalkan Sungai Sapi menjadi kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah melalui perjuangan keras warga, pihak pabrik akhirnya memberikan bantuan pembuatan sumur bagi warga yang dirugikan. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Banjarnegara, Tulus Widiatmo S mengatakan...
BANJARNEGARA, (PRLM).- Selama enam bulan terakhir ribuan pasangan suami istri di Kab. Banjarnegara Jawa Tengah (Jateng) mengajukan gugat cerai. Karena sebagian besar penggugat perceraian adalah dari pihak istri. Sampai enam bulan terakhir yang mengajukan perceraian sebanyak 1.270 pasangan suami istri."Persoalan suami yang tidak bertanggung jawan menjadi alasan utama perceraian,” kata Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara, Munasib Zaenuri, Rabu (19/8). Gugat cerai dari pihak istri karena tidak mendapatkan nafkah material dan batin. Para suami yang digugat karena pergi ke luar daerah dan tidak kembali dalam jangka waktu yang lama Munasib menambahkan, persoalan paling mendominasi terjadinya perceraian dini di Banjarnegara yakni ekonomi. “Mereka kemungkinan besar tidak siap ekonomi pada saat akan menikah," terangnya. Diakui sebagian besar yang mengajukan perceraian adalah pasangan dengan latar belakang pekerjaan sebagai buruh tani, urutan berikutnya kalangan pedagang, swasta ...
Komentar
Posting Komentar